1. Memori
bersifat sementara
Random Access Memory. Sebuah bagian dari sistem komputer
yang sangat penting. Dan untuk setiap peralatan memiliki
tingkat kebutuhan yang berbeda-beda. Misalkan saja sebuah komputer yang masih menggunakan
operating system lama contohnya Windows 98, maka RAM yang dibutuhkan tidak akan
sebesar komputer yang menggunakan Windows XP sebagai operating system-nya.
Selain operating system, aplikasi yang dijalankan pun sangat bergantung kepada RAM. Semakin berat aplikasi yang akan dijalankan, maka bobot RAM akan semakin besar. Karena pada RAM-lah untuk sementara aplikasi atau data yang tengah Anda akses tersimpan.
Sedangkan untuk membeli sebuah RAM, bukan bobot saja yang akan menjadi pertimbangan utama. Tapi juga ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya harus ikut dipikirkan. Seperti kecepatan, tipe, jenis soket, dan motherboard yang digunakan.
Karena saat ini, selain setiap aplikasi memiliki kebutuhan sistem yang berbeda-beda, kehadiran RAM pun sudah sangat beragam. Sedangkan harganya semakin hari semakin terjangkau. Teknologi yang ada pada RAM pun terus berkembang. Mulai ditemukannya DDR, sistem dual-channel,DDR2,dll.
Belum lagi kecepatannya yang juga semakin lama semakin cepat. Dari hanya 66 MHz sampai kini telah mencapai 600 MHz. Begitu pula dengan kapasitas. Sepuluh tahun yang lalu RAM 8 MB masih sangat mudah ditemukan, tetapi sekarang RAM ini sangat sulit ditemui. Para penjual perangkat komputer lebih banyak menawarkan RAM dengan memory minimal 128 MB per kepingnya. Betapa langkah yang sangat jauh telah dilalui RAM dalam perkembangannya.
Selain operating system, aplikasi yang dijalankan pun sangat bergantung kepada RAM. Semakin berat aplikasi yang akan dijalankan, maka bobot RAM akan semakin besar. Karena pada RAM-lah untuk sementara aplikasi atau data yang tengah Anda akses tersimpan.
Sedangkan untuk membeli sebuah RAM, bukan bobot saja yang akan menjadi pertimbangan utama. Tapi juga ada aspek lain yang tidak kalah pentingnya harus ikut dipikirkan. Seperti kecepatan, tipe, jenis soket, dan motherboard yang digunakan.
Karena saat ini, selain setiap aplikasi memiliki kebutuhan sistem yang berbeda-beda, kehadiran RAM pun sudah sangat beragam. Sedangkan harganya semakin hari semakin terjangkau. Teknologi yang ada pada RAM pun terus berkembang. Mulai ditemukannya DDR, sistem dual-channel,DDR2,dll.
Belum lagi kecepatannya yang juga semakin lama semakin cepat. Dari hanya 66 MHz sampai kini telah mencapai 600 MHz. Begitu pula dengan kapasitas. Sepuluh tahun yang lalu RAM 8 MB masih sangat mudah ditemukan, tetapi sekarang RAM ini sangat sulit ditemui. Para penjual perangkat komputer lebih banyak menawarkan RAM dengan memory minimal 128 MB per kepingnya. Betapa langkah yang sangat jauh telah dilalui RAM dalam perkembangannya.
Perkembangan RAM
1. Pada tahun 1987, RAM jenis FPM (Fast Page Mode) diperkenalkan. FPM merupakan bentuk RAM yang paling kerap digunakan dalam system komputer pada masa itu. FPM juga turut dikenali sebagai DRAM (Dynamic Random Access Memory) sahaja. FPM menggunakan modul memori SIMM (Single Inline Memory Module) 30 pin dan SIMM 72 pin.
2. Pada tahun 1995, perkembangan teknologi maklumat telah menghasilkan modul memori yang seterusnya iaitu EDO (Extended Data Out). EDO mirip dengan FPM, cuma ia diubahsuai sedikit untuk membolehkan akses memori berturutan berlaku dengan labih pantas. Ini bermakna ‘pengawal memori’ boleh menjimatkan masa dengan mengurangkan beberapa langkah dalam proses pengalamatan (addressing). EDO juga membolehkan CPU mengakses memori 10% hingga 15% lebih pantas berbanding dengan FPM.
3. Pada tahun 1997 SDRAM diperkenalkan, dengan clock speed (kecepatan putaran) 66 MHz, SDRAM ini mampu menghantarkan data dengan kecepatan maksimal 533 MB/det. Lalu seiring dengan clock speed yang bertambah kencang, kecepatan pengantaran datapun menjadi semakin cepat.Untuk SDRAM dengan clock speed 133 MHz, data yang dihantarkan dapat mencapai 1,066 GB/det.
4. Pada tahun 1999 RDRAM diperkenalkan, RDRAM lebih banyak ditujukan untuk atau user lain yang memang sangat membutukan memory berkecepatan tinggi.Kualitas yang dimiliki oleh RDRAM mengakibatkan harganya sangat tinggi. Dan untuk mencarinya pun tidak semudah SDRAM atau DDR. RDRAM menggunakan modul yang disebut RIMM. Berbeda dengan modul yang dimiliki SRAM atau DDR yang menggunakan transfer data secara paralel pada data bus 64-bit. RDRAM menggunakan transfer data secara serial pada data bus 16-bit.RDRAM yang paling umum digunakan adalah RDRAM yang memiliki kecepatan 1,6 GB/det. RDRAM ini lebih dikenal dengan sebutan RIMM1600.Sedangkan RDRAM yang menggunakan data bus 16-bit saat ini sudah dapat mencapai kecepatan 2,4 GB/det (RIMM2400).Sedangkan untuk jenisnya, RDRAM ada dua macam yang pertama adalah yang bekerja pada data bus 16-bit dan yang kedua adalah RDRAM yang bekerja pada data bus 32-bit. Jika RDRAM yang bekerja pada data bus 16-bit memiliki jumlah pin sebanyak 184 pin dan diperuntukkan untuk sistem single-channel, maka RDRAM yang bekerja pada data bus 32-bit memiliki jumlah pin sebanyak 242 pin, dan diperuntukkan bagi sistem dual-channel. Serta satu lagi yang menjadi ciri khas dari RDRAM adalah adanya fasilitas yang dapat menjaga agar memory tidak panas.Sebenarnya dari performa mungkin tidak jauh berbeda, namun untuk beberapa sistem menggunakan RDRAM akan sangat mendukung terlebih lagi server. Oleh sebab itu, yang paling banyak menggunakan RDRAM adalah server.
5. Pada tahun 2000, DDR-SDRAM diperkenalkan. RAM ini merupakan inovasi daripada SDRAM di mana ia menjanjikan DDR yang kali pertama muncul, memang memiliki clock speed yang sama dengan SDRAM yaitu 100 MHz, tetapi meskipun sama kecepatan pengantaran datanya jauh lebih besar DDR. Hal ini disebabkan dalam satu putarannya DDR melakukan sekaligus dua pekerjaan (pengoperasionalan). Berbeda pada SDRAM yang hanya melakukan satu pengoperasionalan. Hasilnya: pada DDR dengan clock speed 100 MHz, data yang dihasilkan dapat mencapai 2,1 GB/det. Nilai inilah yang menjadi alasan mengapa DDR ini disebut DDR dengan tipe PC2100.
Sampai saat ini, nilai maksimal yang diakui oleh The JEDEC Solid State Technology Association, sebuah asosiasi yang bertanggung jawab tentang standar memory ini adalah nilai yang dimiliki oleh DDR400 PC3200, yaitu 3,2 GB/det. Padahal saat ini ada beberapa produsen RAM yang menawarkan RAM dengan kecepatan yang jauh lebih besar lagi. Seperti Corsair, Kingston, Mushkin, dan beberapa produsen lainnya sudah ada yang berani menawarkan DDR dengan tipe PC3700 dan PC4000 yang masing-masing sanggup menghantarkan data dengan kecepatan 3,7 GB/det dan 4 GB/det. Sayangnya, DDR ini masih sulit dicari di pasaran, khususnya di Indonesia.
DDR dengan kecepatan tinggi tersebut sangat cocok digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan para gamers dan untuk para pengguna yang sangat sering menggunakan sistem overclock. Karena DDR dengan kecepatan tinggi ini mampu menangani pengoperasian yang membutuhkan panas tinggi, seperti penerapan overclocking.
6. Pada tahun 2004 di perkenalkanlah DDR2 SDRAM, Energi: DDR2 membutuhkan energi setengah lebih kecil dari energi yang dibutuhkan DDR biasa beroperasi, sehingga dapat mengurangi panas pada komputer. Apalagi pada notebook yang secara otomatis juga akan lebih menghemat baterai.
High clock speed: DDR2 menggunakan clock speed awal sebesar 400 MHz. Nilai ini juga masih bisa di tingkatkan menjadi 800 MHz. Ketahanan: Dengan DDR2, Anda dapat memiliki satu keeping 2 GB dan dipasangkan pada single bank module.
Karena daya tahan DDR2 masih lebih baik dari DDR biasa.
* Ukuran: Dari segi ukuran, DDR2 juga masih lebih kecil dibandingkan DDR biasa.
* Teknologi koneksi: DDR2 menggunakan teknologi koneksi yang dinamakan Ball Grid Array (BGA), yang belum digunakan pada DDR biasa.
1. Pada tahun 1987, RAM jenis FPM (Fast Page Mode) diperkenalkan. FPM merupakan bentuk RAM yang paling kerap digunakan dalam system komputer pada masa itu. FPM juga turut dikenali sebagai DRAM (Dynamic Random Access Memory) sahaja. FPM menggunakan modul memori SIMM (Single Inline Memory Module) 30 pin dan SIMM 72 pin.
2. Pada tahun 1995, perkembangan teknologi maklumat telah menghasilkan modul memori yang seterusnya iaitu EDO (Extended Data Out). EDO mirip dengan FPM, cuma ia diubahsuai sedikit untuk membolehkan akses memori berturutan berlaku dengan labih pantas. Ini bermakna ‘pengawal memori’ boleh menjimatkan masa dengan mengurangkan beberapa langkah dalam proses pengalamatan (addressing). EDO juga membolehkan CPU mengakses memori 10% hingga 15% lebih pantas berbanding dengan FPM.
3. Pada tahun 1997 SDRAM diperkenalkan, dengan clock speed (kecepatan putaran) 66 MHz, SDRAM ini mampu menghantarkan data dengan kecepatan maksimal 533 MB/det. Lalu seiring dengan clock speed yang bertambah kencang, kecepatan pengantaran datapun menjadi semakin cepat.Untuk SDRAM dengan clock speed 133 MHz, data yang dihantarkan dapat mencapai 1,066 GB/det.
4. Pada tahun 1999 RDRAM diperkenalkan, RDRAM lebih banyak ditujukan untuk atau user lain yang memang sangat membutukan memory berkecepatan tinggi.Kualitas yang dimiliki oleh RDRAM mengakibatkan harganya sangat tinggi. Dan untuk mencarinya pun tidak semudah SDRAM atau DDR. RDRAM menggunakan modul yang disebut RIMM. Berbeda dengan modul yang dimiliki SRAM atau DDR yang menggunakan transfer data secara paralel pada data bus 64-bit. RDRAM menggunakan transfer data secara serial pada data bus 16-bit.RDRAM yang paling umum digunakan adalah RDRAM yang memiliki kecepatan 1,6 GB/det. RDRAM ini lebih dikenal dengan sebutan RIMM1600.Sedangkan RDRAM yang menggunakan data bus 16-bit saat ini sudah dapat mencapai kecepatan 2,4 GB/det (RIMM2400).Sedangkan untuk jenisnya, RDRAM ada dua macam yang pertama adalah yang bekerja pada data bus 16-bit dan yang kedua adalah RDRAM yang bekerja pada data bus 32-bit. Jika RDRAM yang bekerja pada data bus 16-bit memiliki jumlah pin sebanyak 184 pin dan diperuntukkan untuk sistem single-channel, maka RDRAM yang bekerja pada data bus 32-bit memiliki jumlah pin sebanyak 242 pin, dan diperuntukkan bagi sistem dual-channel. Serta satu lagi yang menjadi ciri khas dari RDRAM adalah adanya fasilitas yang dapat menjaga agar memory tidak panas.Sebenarnya dari performa mungkin tidak jauh berbeda, namun untuk beberapa sistem menggunakan RDRAM akan sangat mendukung terlebih lagi server. Oleh sebab itu, yang paling banyak menggunakan RDRAM adalah server.
5. Pada tahun 2000, DDR-SDRAM diperkenalkan. RAM ini merupakan inovasi daripada SDRAM di mana ia menjanjikan DDR yang kali pertama muncul, memang memiliki clock speed yang sama dengan SDRAM yaitu 100 MHz, tetapi meskipun sama kecepatan pengantaran datanya jauh lebih besar DDR. Hal ini disebabkan dalam satu putarannya DDR melakukan sekaligus dua pekerjaan (pengoperasionalan). Berbeda pada SDRAM yang hanya melakukan satu pengoperasionalan. Hasilnya: pada DDR dengan clock speed 100 MHz, data yang dihasilkan dapat mencapai 2,1 GB/det. Nilai inilah yang menjadi alasan mengapa DDR ini disebut DDR dengan tipe PC2100.
Sampai saat ini, nilai maksimal yang diakui oleh The JEDEC Solid State Technology Association, sebuah asosiasi yang bertanggung jawab tentang standar memory ini adalah nilai yang dimiliki oleh DDR400 PC3200, yaitu 3,2 GB/det. Padahal saat ini ada beberapa produsen RAM yang menawarkan RAM dengan kecepatan yang jauh lebih besar lagi. Seperti Corsair, Kingston, Mushkin, dan beberapa produsen lainnya sudah ada yang berani menawarkan DDR dengan tipe PC3700 dan PC4000 yang masing-masing sanggup menghantarkan data dengan kecepatan 3,7 GB/det dan 4 GB/det. Sayangnya, DDR ini masih sulit dicari di pasaran, khususnya di Indonesia.
DDR dengan kecepatan tinggi tersebut sangat cocok digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan para gamers dan untuk para pengguna yang sangat sering menggunakan sistem overclock. Karena DDR dengan kecepatan tinggi ini mampu menangani pengoperasian yang membutuhkan panas tinggi, seperti penerapan overclocking.
6. Pada tahun 2004 di perkenalkanlah DDR2 SDRAM, Energi: DDR2 membutuhkan energi setengah lebih kecil dari energi yang dibutuhkan DDR biasa beroperasi, sehingga dapat mengurangi panas pada komputer. Apalagi pada notebook yang secara otomatis juga akan lebih menghemat baterai.
High clock speed: DDR2 menggunakan clock speed awal sebesar 400 MHz. Nilai ini juga masih bisa di tingkatkan menjadi 800 MHz. Ketahanan: Dengan DDR2, Anda dapat memiliki satu keeping 2 GB dan dipasangkan pada single bank module.
Karena daya tahan DDR2 masih lebih baik dari DDR biasa.
* Ukuran: Dari segi ukuran, DDR2 juga masih lebih kecil dibandingkan DDR biasa.
* Teknologi koneksi: DDR2 menggunakan teknologi koneksi yang dinamakan Ball Grid Array (BGA), yang belum digunakan pada DDR biasa.
3. DDR3 SDRAM -
Double Data Rate Three (3) Synchronous Dynamic Random Access Memory
Sementara DDR3 RAM, dari segi memory clock-nya tak jauh beda
dengan DDR2 yaitu dari 100 MHz sampai 266 MHz. Bedanya terletak frekuensi
transfernya yang lebih tinggi yaitu mencapai 2133 MHz (DDR2 maksimal hanya
sampai 1066 MHz) dan voltasenya yang lebih hemat yaitu hanya 1.5v (DDR2
memerlukan voltase 1.8v dan DDR 1 dengan 2.5/2.6v).
Generasi ketiga dari DDR SDRAM, peningkatkan dari DDR2 SDRAM
dengan konsumsi daya lebih kecil, double buffer pre -fetch, dan bandwidth lebih
besar karena clock yang tinggi.
2. Memori
bersifat permanen
1.
Perkembangan
Teknologi Memori Internal
Memori internal adalah memori yang melekat
pada motherboard perangkat komputer. Memori ini ada dua jenis yaitu ROM dan
RAM.
a. ROM
ROM adalah jenis memori yang isinya hanya
dapat dibaca dan tidak akan hilang ketika tidak mendapatkan aliran sumber daya.
Isi ROM merupakan program yang diisikan pada ROM berdasarkan standar pabrik
pembuatnya. Data yang tersimpan pada ROM tidak berbentuk pulsa listrik sehingga
bila tidak ada aliran listrik, data yang sudah tersimpan tidak akan hilang.
Di dalam ROM terdapat BIOS ( Basic
Input/Output System). Instruksi yang ada dalam BIOS inilah yang akan
dijalankan oleh mikroprosesor ketika komputer mulai dihidupkan. Ada juga data
yang terkandung dalam modul ini yang pertama kali diakses oleh sebuah komputer
ketika dinyalakan. Urutan-urutan yang terkandung di dalam modul ini dan yang
diakses pertama kali ketika komputer dihidupkan diberi nama BOOTSTRAP.
Dalam proses Bootstrap ini, dilakukan beberapa
instruksi seperti pengecekan komponen internal pendukung kerja minimal suatu
sistem komputer, seperti memeriksa ALU, CU, BUS pendukung dari MotherBoard
dan Prosessor, memeriksa BIOS utama, memeriksa BIOS kartu grafik, memeriksa
keadaan Memory Module, memeriksa keberadaan Secondary Storage
yang dapat berupa Floopy Disk, Hard Disk, ataupun CD-ROM Drive, kemudian
baru memeriksa daerah MBR (Master Boot Record) dari media penyimpanan
yang ditunjuk oleh BIOS (dalam proses Boot Sequence).
Perkembangan ROM dimulai dari ROM yang hanya
dapat dibaca saja oleh user hingga ke ROM yang dapat dibaca sekaligus ditulisi
ulang.
- PROM (Programmable
ROM)
Jenis dari memori
yang hanya dapat diprogram. PROM dapat diprogram oleh user / pemakai, data yang
diprogram akan disimpan secara permanen. PROM bersifat non-volatile (data tidak
akan hilang meski tak ada aliran listrik). PROM hanya bisa ditulisi sekali saja
dan memerlukan peralatan khusus untuk proses penulisannya. Selain itu, PROM
menyediakan pendekatan yang lebih cepat dan murah karena dapat diprogram
langsung oleh user.
Ide dasar PROM adalah setiap sel memori
mengandung sebuah dioda dan kawat yang utuh. Ini menunjukkan bahwa semua sel
memori sedang mengantarkan sebuah logika. Bila kawat diputus dari aliran
listrik maka kawat tidak berhubungan dengan dioda dan ini berarti logika 0
secara permanen disimpan dalam sel memori.
-
EPROM
(Erasable Programmable Read-Only Memory)
Jenis memori yang dapat diprogram oleh user.
EPROM dapat dihapus dan diprogram ulang serta mampu mempertahankan informasi
yang tersimpan untuk waktu yang cukup lama. EPROM dapat deprogram atau
dinyalakan dengan penyala PROM.
Penghapusan pada EPROM dilakukan dengan
menggunakan sinar ultraviolet. Jika EPROM harus diprogram ulang,
digunakan jendela khusus di atas IC. Cahaya ultraviolet diarahkan di bawah
jendela EPROM selama 1 jam. Cahaya ultraviolet ini akan menghapus EPROM dengan
mengatur semua sel memori ke logika 1. setelah logikanya 1, maka EPROM
dapat diprogram.
Setelah proses penghapusan dan pemrograman
biasanya jendela EPROM diproteksi dengan stiker opak. Stiker di jendela EPROM
tersebut melindungi piranti dari cahaya ultraviolet dari sinar matahari maupun
fluor. EPROM juga dapat dihapus dengan cahaya matahari secara langsung dalam
waktu seminggu atau dengan cahaya fluor di dalam ruangan selama 3 tahun.
Karena itulah EPROM dapat digunakan untuk
mengganti ROM pada saat software dikembangkan. Dengan cara ini, perubahan dan update
memori dapat dilakukan dengan mudah.
-
EEPROM
(Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory)
EEPROM adalah memori yang dapat diprogram oleh
user. EEPROM dapat dihapus dan diprogram ulang secara elektrik tanpa
memindahkan chip dari circuit board. Memori ini merupakan ROM
yang dapat ditulisi kapan saja tanpa menghapus isi sebelumnya, hanya byte-byte
yang beralamat yang akan di-update. Operasi write memerlukan
waktu yang lebih lama dibanding operasi read, sekitar beberapa ratus
milidetik perbyte. Meski demikian EEPROM mempunyai kelemahan yaitu memerlukan
tegangan yang berbeda untuk penghapusan, penulisan dan pembacaan data yang
tersimpan.
Salah satu jenis EEPROM adalah Flash Memory.
Flash Memory biasa digunakan pada kamera digital, konsol video game dan chip
BIOS.
2.
Perkembangan
Teknologi Memori Eksternal
Perkembangan teknologi memori eksternal pada
umumnya meliputi bahan yang digunakan sebagai media penyimpanan ataupun
kapasitas memorinya.
a. Magnetic Tape
Media penyimpanan pita magnetik (magnetic
tape) terbuat dari bahan magnetik yang dilapiskan pada plastik tipis, seperti
pita kaset. Digunakan pertama kali oleh IBM tahun 1950 an. Untuk bisa bekerja,
pita magnetic ini harus diletakkan didalam tape drive yang kira-kira bisa disamakan
dengan proyektor Pada proses penyimpanan atau pembacaan data, kepala pita
(head) harus menyentuh media dan tape akan bergerak terus selama proses
penulisan ataupun pembacaan data berlangsung dengan melewati read/write head.
Gerakan terus-menerus inilah yang sebenarnya dapat meningkatkan keausan pita.
Pada saat drive dari magnetic tape
berputar, maka data-data yang ada akan dibaca satu demi satu. Dalam hal ini,
tape membutuhkan adanya suatu tanda untuk mulai dan berhenti pada suatu record
data. Pada saat berhenti, dan ketika akan melakukan pembacaan lagi, ada
beberapa bagian dari tape yang tidak terbaca, dan bagian ini disebut: inter-record
gap yang terjadi diantara setiap block data. Inter-record gap
secara otomatis akan terbentuk oleh sistem komputer setelah selesai merekam
karakter yang terakhir.
Ukuran record dalam hal in ditentukan
oleh jumlah data yang tersimpan. Beberapa record yang tergabung dalam
satu kesatuan disebut sebagai logical record. Beberapa logical record
akan tersimpan dalam sebuah phisical record.
Data pada pita magnetik direkam secara
berurutan dengan menggunakan drive yang khusus untuk masing-masing
jenis. Karena perekaman dilakukan secara sekuensial, maka untuk mengakses data
yang kebetulan terletak di tengah drive terpaksa harus memutar gulungan
pita hingga head mencapai data tersebut. Hal ini membutuhkan waktu yang
cukup lama.
Walaupun begitu teknologi pita magnetik masih
banyak digunakan sebagai sarana backup data atau pengarsipan. Pertama,
karena pita magnetik merupakan piranti yang pertama kali muncul untuk backup
data sehingga orang terbiasa menggunakannya. Kedua, pita magnetik masih banyak
digunakan mengingat kapasitasnya yang sangat besar dibanding dengan piranti
penyimpanan lain. Kapasitas penyimpanan pita magnetik dapat mencapai 66 Gb dan
dapat dikompresi hingga menjadi ratusan gygabyte. Kecepatan putarnya pun
bertambah tinggi sehingga pengaksesan data dilakukan lebih cepat.
Pita magnetik dibagi menjadi dua jenis yaitu reel
tape dan tape cartridge. reel tape berupa pita magnetik yang
digulung dalam wadah berbentuk lingkaran dengan bentuk standart pita yang memiliki
lebar 1/2 " (12.7 mm), sedangkan cartridge berbentuk seperti kaset
video atau bahkan ada yang seperti kaset audio. Data pada tape cartridge
disimpan dalam bentuk kode-kode tertentu seperti halnya yang terdapat dalam
pita magnetik ukuran standar. Kaset ataupun catridge banyak digunakan
pada komputer jenis home-komputer.
Pita magnetik mempunyai ukuran yang dinyatakan
istilah kepadatan pita (tape density). Dalam hal ini, ukuran yang
digunakan adalah BPI (bytes per inch) atau jumlah byte per inci. Sebagai
contoh, kepadatan 9600 BPI berarti bahwa pita dapat mengandung 9600 byte dalam
tiap inci.
b.
Hard
Disk
Hard disk adalah sebuah komponen perangkat
keras yang meyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis dengan kapasitas
besar. Hard disk diciptakan pertama kali oleh insyinyur IBM, Reynold
Johnson pada tahun 1952. Hard disk pertama tersebut terdiri dari 50 piringan berukuran 2 kaki
(0,6 meter) dengan kecepatan rotasinya mencapai 1.200 rpm (rotation
per minute)
dengan kapasitas penyimpanan 5 MB. Hard
disk zaman sekarang sudah ada yang hanya selebar 0,6 cm dengan kapasitas
750 GB.
Hard disk terus dikembangkan hingga saat ini.
Pada tahun 2003 lalu, kapasitas hard disk yang beredar di pasaran
berkisar antara 20 sampai dengan 40 GB. Hard disk memiliki piringan
metal yang dilapisi dengan bahan yang memungkinkan data disimpan dalam bentuk
titik-titik bermagnet. Data disimpan pada kedua permukaan. Piringan-piringan
yang menyusun hard disk tersusun dalam lapisan-lapisan dan tersimpan
rapat dalam hard drive. Tujuannya adalah untuk melindungi dari partikel
debu atau benda kecil lain yang mengotori piringan sehingga tidak terjadi
tabrakan antara head dan piringan yang dapat menimbulkan kerusakan.
Setiap piringan hard disk memiliki dua
buah permukaan atas dan bawah. Namun perlu diketahui bahwa permukaan atas pada
permukaan terbawah piringan tidak digunakan untuk menyimpan data. Setiap
permukaan dibagi atas sejumlah track berbentuk lingkaran dalam piringan.
Pada track inilah data disimpan. Track dibagi menjadi beberapa
sektor. Track yang terletak pada garis vertikal yang sama disebut
silinder.
Di dalam disk drive, terdapat suatu
alat pemutar yang mampu berputar hingga 3500 rpm atau lebih. Read/Write Head
yang ada akan ditumpu dengan suatu lengan yang selalu bergerak untuk menjelajah
keseluruh permukaan hard disk guna mendeteksi ataupun melakukan
penulisan/pembacaan data. Kombinasi antara perputaran hard disk dan
pergerakan lengan inilah yang mampu menentukan posisi setiap track yang
ada didalam hard disk.
Data dibaca atau ditulis melalui head
baca/tulis. Ketika berlangsung perekaman atau pembacaan, head bergerak
ke lokasi data dan melayang di atas piringan tanpa menyentuhnya. Kecepatan
akses data pada piringan ditentukan oleh kecepatan putar piringan dan kecepatan
lengan akses.
Hard disk dibedakan menjadi dua golongan yaitu non
removable hard disk dan removable hard disk.
- Non
Removable Hard Disk
Non removable hard disk juga biasa
disebut fixed disk karena diletakkan di dalam unit sistem dan tidak
dimaksudkan untuk dibawa bepergian.
- Removable
Hard Disk
Hard disk jenis ini hanya mengandung satu
piringan atau dua piringan yang dilengkapi dengan head baca/tulis.
Piranti seperti ini kadang disebut hard disk cartridge. Umumnya
berkapasitas 2 GB. Piranti ini dapat dibawa bepergian, misalnya untuk menyalin
data yang besar dan dimaksudkan untuk disalin ke komputer lain.
Di dalam pemakaiannya didalam PC, hard disk
memerlukan card tambahan yang terdapat didalam komputer dan berfungsi
sebagai pengontrol kerja dari hard disk tersebut.
c.
Floppy
Disk
Floppy disk dikembangkan untuk mengatasi
kekurangan hard disk yang tidak bisa dibawa bepergian. Floppy disk atau disket
diciptakan pada tahun 1969 dengan tujuan agar data dapat dipindahkan dari suatu
komputer ke komputer yang lain. Disket berisi sebuah piringan magnetik.
Pembacaan dan penulisan data ke piringan magnetik dilakukan melalui head
yang aka menempel ke permukaan piringan.
Disket mengandung sebuah piringan magnetik
yang terbuat dari bahan plastik. Piringan dibagi atas sejumlah lingkaran yang
masing-masing disebut track. Track dibagi menjadi beberapa sektor. Proses ini
dilakukan ketika disket diformat. Pada sektor inilah data direkam.
Untuk melakukan pembacaan ataupun penulisan,
disket harus dimasukkan kedalam sebuah drive, drive ini kemudian disebut
sebagai disket drive. Pada setiap drive yang ada, telah berisi sebuah shaft
dan sebuah drive motor yang berfungsi untuk memutar disket dengan
kecepatan sekitar 360 hingga 500 rpm. Sebuah sinyal elektronik yang datang dari
sistem kontrol, akan menyebabkan read/write head yang berfungsi untuk
melakukan pembacaan/penulisan untuk terus bergerak diatas permukaan disket yang
sedang berputar guna melakukan pembacaan/ penulisan.
Disket yang umum pada saat ini adalah yang
berukuran 3,5 inci (diameter piringan) dengan kapasitas 1,44 Mb. Pada masa
sebelumnya terdapat pula disket berukuran 5,25 inci dengan kapasitas sebesar
1,2 Mb. Kapasitas yang dapat ditampung oleh floppy disk memang cenderung
kecil, apalagi jika dibandingkan dengan kebutuhan transfer dan penyimpanan data
yang makin lama makin besar. Floppy disk hanya dapat menyimpan file
teks, karena keterbatasan kapasitas. Walaupun demikian, penulisan pada floppy
disk dapat dilakukan berulang-ulang, walaupun memakan waktu yang relatif
lama.
d.
Zip
Disk
Zip disk memiliki sifat seperti disket yaitu
bisa dibawa kemana-mana tetapi memiliki kapasitas yang lebih tinggi. Piranti
ini dihubungkan ke komputer melalui port printer, USB maupun SCSI. Media ini
memiliki kapasitas 250 Mb untuk hubungan ke port paralel atau SCSI dan 750 Mb
untuk hubungan ke USB. Ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan disket
dan dengan ketebalan dua kali.
e.
CD
(Compact Disc)
CD ROM (Compact disc - Read Only Memory)
adalah sebuah piringan kompak dari jenis piringan optik (optical disc) yang dapat
menyimpan data yang cukup besar. Ukuran data yang dapat disimpan saat ini bisa
mencapai 700Mb. Mulai tahun 1983 sistem penyimpanan data di optical disc
mulai diperkenalkan dengan diluncurkannya Digital Audio Compact Disc.
Sejak saat itu mulai berkembanglah teknologi penyuimpanan pada optical disc.
CD-ROM terbuat dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang
sangat reflektif seperti alumunium.
Informasi direkam secara digital sebagai
lubang-lubang mikroskopis pada permukaan yang reflektif. Proses ini dilakukan
degan menggunakan laser yang berintensitas tinggi. Permukaan yang berlubang ini
kemudian dilapisi oleh lapisan bening. Informasi dibaca dengan menggunakan
laser berintensitas rendah yang menyinari lapisan bening tersebut sementara
motor memutar disk. Intensitas laser tersebut berubah setelah mengenai
lubang-lubang tersebut kemudian terefleksikan dan dideteksi oleh fotosensor
yang kemudian dikonversi menjadi data digital.
Penulisan data pada CD-ROM hanya dapat
dilakukan sekali saja. Walaupun demikian, optical disk ini memiliki keunggulan
dari segi mobilitas. Bentuknyayang kecil dan tipis memudahkannya untuk
dibawa-bawa. Kapasitas penyimpanannya pun cukup besar, yaitu 650 Mbytes.
Sehingga media ini biasanya digunakan untuk menyimpan data-data sekali tulis
saja, seperti installer, file lagu (mp3), ataupun data statik lainnya.
CD ROM bersifat read only (hanya dapat
dibaca, tidak dapat ditulis berulang kali). Untuk dapat membaca isi CD ROM,
komponen utama yang diperlukan adalah CD Drive. Baru pada perkembangannya CD ROM mulai kini
dapat ditulis berulang kali (Re Write / RW) yang lebih dikenal dengan CD-RW.
f.
DVD
(Digital Versatile Disc)
DVD merupakan teknologi piringan optik kedua
setelah CD. DVD memiliki kapasitas penyimpanan yang besar, membaca lebih cepat
daripada CD dengan muatan video berkualitas setara sinema dan lebih baik
ketimbang piringan penyimpan data untuk keperluan audio maupun komputer PC.
DVD diperkenalkan pertama kali tahun 1995
untuk mendistribusikan multimedia serta rekaman bioskop yang berdurasi
panjang. DVD memiliki kapastias yang jauh lebih besar daripada CD-ROM
biasa, yaitu mencapai 9 Gbytes. Teknologi DVD ini sekarang banyak dimanfaatkan
secara luas oleh perusahaan musik dan film besar, sehingga menjadikannya
sebagai produk elektronik yang paling diminati dalam kurun waktu 3 tahun sejak
diperkenalkan pertama kali. Perkembangan teknologi DVD-ROM pun lebih cepat
dibandingkan CD-ROM. 1x DVD-ROM memungkinkan rata-rata transfer data 1.321 MB/s
dengan rata-rata burst transfer 12 MB/s.
Semakin besar cache (memori buffer) yang dimiliki
DVD-ROM, semakin cepat penyaluran data yang dapat dilakukan. DVD menyediakan
format yang dapat ditulis satu kali ataupun lebih, yang disebut dengan
Recordable DVD, dan memiliki 6 macam versi, yaitu :
- DVD-R for
General, hanya sekali penulisan,
- DVD-R for
Authoring, hanya sekali penulisan,
- DVD-RAM,
dapat ditulis berulang kali,
- DVD-RW,
dapat ditulis berulang kali,
- DVD+RW,
dapat ditulis berulang kali,
- DVD+R, hanya
sekali penulisan.
Setiap versi DVD recorder dapat membaca
DVD-ROM disc, tetapi memerlukan jenis disc yang berbeda untuk melakukan
pembacaan.
Perekaman data pada DVD-R dilakukan dengan
membakar lapisan perekam dengan menggunakan sinar laser merah yang
terfokus. Adapun lapisan bening yang melapisi lapisan perekam terbuat dari
polikarbonat bening. Lapisan perekam memiliki alur spiral mikroskopis yang
bergelombang. Alur tersebut memang telah dibuat untuk memandu sinar laser pada
saat proses penulisan. Alur inilah tempat menyimpan data setelah proses
perekaman. Selain itu ada Land Pre Pits (LPP) yang terletak di antara alur-alur
untuk keperluan pengalamatan.
Di bawah lapisan perekam terdapat lapisan
pemantul dari logam yang berfungsi untuk memantulkan kembali sinar laser pada
saat proses pembacaan. Berikutnya terdapat lapisan pelindung yang berfungsi
melindungi lapisan-lapisan di atasnya dan sebagai lapisan yang menghubungkan ke
lapisan perekat kalau piringan bermuka dua (double sided).
Pada pembacaan kekuatan gelombang sinar laser
dikurangi sehingga tidak merusakkan rekaman. Bagian yang telah dibakar pada
saat perekaman tak dapat memantulkan sinar laser sejelas bagian yang tak
terbakar. Dengan demikian diperoleh pola “on-off” yang dapar dimodulasikan
menjadi sinyal dan kemudian didekodekan menjadi data oleh playback.
g.
USB
Flash Disk
USB flash disk adalah piranti penyimpan
eksternal yang berbentuk pena dengan panjang 53-63.5 mm, lebar 17mm dan tinggi
8 mm dan dicolokkan ke port USB. Kapasitas penyimpanan data mencapai 1 GB.
Piranti ini mudah dibawa bepergian karena ukurannya kecil. Meski demikian,
piranti ini memiliki kapasitas simpan yang besar hingga lebih dari 16 Gb.
h.
Smart
Card
Smart Card atau kartu cerdas umumnya berupa
kartu plastik yang dilengkapi dengan sebuah cip. Pada cip inilah terkandung
memori, prosesor, dan bahkan sistem operasi. Pada dekade 1990-an Bank Exim dan
Bank BRI menggunakan smart card untuk menyimpan data tabungan. Namun kini
produk-produk tersebut tidak ada lagi. Yang umum saat ini smart card digunakan
untuk kartu telpon prabayar.
i.
Memori
Card
Kartu memori (memory card) adalah jenis
penyimpanan permanen yang biasa digunakan pada PDA ataupun kamera digital.
Beberapa contoh yaitu Compact Flash, Smart Media Card dan Secure Digital Card.
Ukuran medianya juga bervariasi. Sebagai contoh, Compact Flash berukuran 43 mm
x 36 mm x 3,3 mm. Kapasitas penyimpanannya sangat bervariasi dari 2 Mb sampai
dengan 3 Gb.

0 Comments