Ticker

6/recent/ticker-posts

Layanan Remote Access





1. Pengertian Remote Access

Remote access yang berarti akses dari jarak jauh merupakan suatu cara
untuk menajemen server tanpa harus secara fisik menyentuh server dan
melakukan manajemen di daerah operasional server. Remote access berguna
untuk membuat pekerjaan bisa dilakukan di mana saja dan kapanpun selama
ada akses jaringan ke server.


Remote access bisa dicapain dengan berbagai cara, yang pasti server yang di
remote harus bisa diakses oleh host yang bersangkutan baik melalui jaringan
internet publik atau menggunakan VPN.


Salah satu remote access yang aman adalah menggunakan SSH (Secure
Shell). Seperti namanya, SSH menyediakan koneksi untuk melakukan remote
dengan aman dengan interface command line meskipun dengan jaringan
yang tidak aman.


Aplikasi dari SSH ini biasanya digunakan untuk login sistem UNIX, untuk
menggantikan sistem remote seperti telnet yang mengirim informasi password
dengan tulisan biasa tanpa enkripsi.


2. SSH

SSH berjalan dengan dua basis, satu sebagai server, dan satu sebagai client.
SSH menggunakan kriptografi publik untuk melakukan autentikasi pengguna.
SSH akan membuat public-private key pairs yang digunakan untuk autentikasi
dan enkripsi, yaitu sebuah kunci pasangan yang akan digunakan untuk
autentikasi pengguna. Setelah itu pengguna bisa memasukkan kata sandi
untuk masuk.


Cara lainya adalah SSH akan menggunakan kunci pasangan yang harus di
pasang secara manual. Dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama, dan
SSH akan melakukan pengecekkan apakah pengguna dengan kunci publik
yang diberikan mempunyai kunci pribadi yang sesuai. Tapi kata sandi sudah
tidak dibutuhkan lagi, dengan ini harus lebih berhati-hati dalam autentikasi
kunci publik yang tidak dikenal.


SSH biasanya digunakan untuk masuk secara remote ke server lalu
melakukan ekseksui perintah-perintah secara remote. Tapi SSH juga
mendukung tunneling, meneruskan port TCP, melakukan transfer file,
pengkopian file. SSH menggunakan model client-server.


Alur data SSH, dari data yang mungkin saja itu berupa command. Akan
dienkripsi, tunneling, lalu diatur menjadi paket SSH. Berjalan melalui jaringanjaringan, dan masuk ke SSH server untuk dibuka lagi paketnya, di decrypt, dan membuka semua isi data dan berubah jadi perintah yang akhirnya diberikan kepada system.


Dengan menggunakan SSH, kita bisa masuk ke dalam server dari jarak jauh,
melewati koneksi yang tidak aman, dan tetap mendapat jaminan keamanan
dari SSH.

Secara default, SSH server berjalan di atas port 22. Port ini bisa dirubah
sesuai kebutuhan dan biasanya dirubah untuk kamuflase yang membuat
orang mengira tidak ada SSH server di server tersebut.


3. SSH Linux Debian

Sekarang kita akan mencoba untuk memasang server SSH di server kita.
Sehinga kita tidak perlu lagi mengakses secara langsung, cukup
menggunakan SSH untuk mengakses server dari komputer lain, bahkan dari
komputer dengan OS selain Linux.


Gunakan apt untuk install server SSH di server apabila di server belum ada
SSH server. Untuk mengecek apabila SSH server sudah ada atau belum.
Lihat apakah ada direktori /etc/ssh di server kita. Apabila ada, berarti SSH
server sudah terinstal.

Post a Comment

0 Comments